15 Maret 2009

Vista Widescreen Landscapes

Subhanalloh... Betapa indah dan sejuknya. Wallpaper ukuran besar ini didapati secara gratis, bagi yang suka silakan download.


Sumber

Lengkapnya...

24 Januari 2009

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)


(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Download Music & Videonya

KAMI TIDAK AKAN MENYERAH (Lagu untuk Gaza)
(Diterjemahkan oleh Budi Schwarzkrone)

Kilatan sinar putih yang membutakan
Memenuhi angkasa Gaza malam ini.
Orang-orang berlari mencari perlindungan
Tanpa keyakinan mereka akan selamat atau mati.

Mereka datang dengan tank dan pesawat.
Menyemburkan kobaran api maut.
Tanpa peringatan.
menebar desingan peluru dan gumpalan asap.

Kami tidak akan pernah menyerah malam ini.
Walau kami tidak melawan.
Sekalipun kau bakar Masjid, rumah dan sekolah kami.
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati.

Kami tidak akan meyerah
Di Gaza malam ini.

Sekalipun istri dan anak kami.
Dibunuh dan dibantai setiap malam.
Sementara para pemimpin dunia hanya berdebat
Pihak mana yang benar atau salah.

Tapi suara para pemimpin itu sia-sia.
Tidak mampu mencegah bom yang jatuh seperti hujan kematian.
Tapi melalui darah, tangis air mata.
Kalian pasti mendengar jerit penderitaan kami ditengah kepulan asap.

Kami tidak akan pernah menyerah malam ini.
Walau kami tidak melawan.
Sekalipun kau bakar Masjid, rumah dan sekolah kami.
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati.

Lengkapnya...

20 Desember 2008

Kemarahan Presiden Iraq Kepada Wartawan

Peristiwa pelemparan sepatu oleh wartawan kepada Presiden Bush menuai kontroversi. Di Iraq sendiri, warga mengaku senang karena orang nomor 1 yang sudah lengser dari Gedung Putih ini dituding sebagai biangkerok kekacauan di Iraq.

Tetapi Presiden Iraq dalam konferensi pers mengaku marah dengan tindakan tersebut. Kepada wartawan dia mengatakan:

Presiden : "Saya sangat kecewa dengan ulah wartawan kita yang sembrono tadi. Saya meminta kepada aparat supaya ditindak tegas."

Wartawan : "Bukankah rekan saya tadi mewakili kekecewaan rakyat Iraq atas perbuatan Bush selama ini...?"

Presiden : "Itu tindakan bodoh dan hanya memalukan bangsa kita...."

Wartawan : "Bukankah itu suatu keberanian melempar sepatu kepada presiden Amerika?"

Presiden : "Soal keberaniannya memang saya suka, tapi sudah melempar 2 x masih meleset itu yang membuat saya marah...."

Wartawan : ......????

Sumber

Lengkapnya...

19 Desember 2008

George W Bush Dilempar Sepatu Saat Jumpa Pers dengan Wartawan Iraq

Dalam jumpa pers di Iraq, Presiden Amerika George W Bush dilempar sepatu seorang wartawan. Bush berhasil menghindar



Hidayatullah.com - Lemparan itu terjadi saat Bush sedang berada di podium untuk menyampaikan Press Conference (Konferensi Pers). Kejadian menggelikan ini terjadi saat kunjungan terakhir itu, Bush mengadakan jumpa pers dengan para jurnalis. Saat itu, Bush didampingi PM Iraq Nuri al Maliki.

Kala itu, seorang wartawan bertanya, apakah dia (Bush) datang ke Iraq untuk merayakan kemenangan, Bush pun mengatakan "Tidak, saya mempertimbangkan itu sebagai satu langkah penting menuju Iraq yang mendukung dirinya sendiri, memerintah dirinya sendiri dan mempertahankan dirinya sendiri," ujarnya dikutip Reuters, Senin (15/12, kala itu Bush

Rupanya sang jurnalis emosi ketika Bush malah mengatakan 'perang belum usai'.

"Ada beberapa tugas yang harus dilakukan. Perang belum usai," imbuh Bush.

Tak kuasa menunjukkan kemarahannya atas penjelasan Bush tentang kebijakan Perang Iraq yang tidak disebutkan namanya itu langsung berteriak dalam bahasa Arab sambil melempar sepatu.

"Ini ciuman perpisahan dari warga Iraq, anjing," teriak sang jurnalis sambil melempar sepatu.

Secara cekatan, Bush berhasil menghindar. Dia menunduk spontan sehingga lemparan sepatu hanya melayang di atas kepalanya dan menghantam tembok.

Tak puas karena tak kena, jurnalis itu pun melempar satu sepatunya lagi. Kali ini, PM Nuri al Maliki membantu menangkis dengan lengannya.

"Seperti berlomba dalam politik ketika orang berteriak padamu. Itu adalah cara orang menunjukkan perhatiannya," ucap Bush seusai insiden itu.

"Saya tidak tahu, apa yang menyebabkan orang itu bisa seperti itu. Saya tak merasa terancam sedikit pun," tegas Bush.

Kabarnya, melempar sepatu merupakan bentuk kemarahan paling tinggi orang-orang di Timur Tengah. Acara jumpa pers akhirnya berakhir dengan kekacauan. Dan sang jurnalis itu akhirnya digelandang Paspamres Iraq dan AS.

Sebagaimana diketahui, sebelum lengser, George W. Bush, mengadakan kunjungan mendadak ke Iraq dan berbicara dengan Presiden Iraq, Jalal Talabani, dan selanjutnya menandatangani pakta perdamaian dengan Perdana Menteri Iraq, Nuri al-Maliki.

Selain itu, Bush juga direncanakan akan mengadakan perpisahan dengan satuan tentara Amerika di Iraq. Lawatan Bush ini adalah keempat kali setelah invasi Amerika di Iraq pada tahun 2003. Tapi perpisahan kepemimpinannya yang diharapkan membuahkan keindahan itu berbuah lemparan. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

credit foto: Reuters
Sumber
Berita terkait :
Pasukan AS Tertawai "Insiden Sepatu" di Iraq
“Berkah” Sepatu, Banyak Gadis Ingin Dinikahi al-Zaidi

Lengkapnya...

24 November 2008

Michael Jackson Memeluk Islam


Bintang pop ternama dunia, Michael Jackson dikabarkan telah memeluk Islam dan berganti nama menjadi Mikaeel (Mikail), salah satu nama Malaikat yang dikenal dalam Islam

Hidayatullah.com—Bintang pop ternama Michael Jackson (50) telah menjadi seorang Muslim - dan berubah namanya menjadi Mikaeel (Mikail), salah satu nama malaikat yang dikenal dalam Islam.

Jacko, demikian ia akrab disapa dikabarkan telah mengucapkan dua kalimat syahadat di sebuah rumah karibnya di Los Angeles. Sebagaimana dikutip The Sun, kakak penyanyi Janet Jackson ini beralih menjadi Muslim dalam sebuah acara kecil yang dihadiri seorang imam.

Sebuah sumber menyebut, Jacko mengucapkan syahadat di sebuah studio kecil di rumah sahabat karibnya dalam rekaman album baru.

“Mereka mulai membicarakan mengenai kepercayaan yang dianutnya (Islam), dan mengatakan bagaimana kehidupan mereka menjadi baik setelah menganut agama barunya itu. Setelah itu Michael merasa tersentuh dengan ide masuk Islam,” kata seorang sumber Jumat (21/11).

Sebagaimana diberitakan, Jacho sebelumnya menolak menggunakan nama baru Mustafa. Ia justru lebih memilih nama Mikaeel (Mikail).

Michael Jackson telah mengalami pengembaraan ruhani yang cukup lama setelah kehidupannya banyak didera masalah. Sebelum ini, ia bahkan dikabarkan telah akrab dan dekat dengan jamaah Nation of Islam pimpinan Louis Farrakhan.

Banyaknya permasalahan berat yang dialami Jacko, membuat saudara Jermaine Jackson, pernah meminta agar artis yang selalu kontroversial ini memilih Islam sebagai pelindung. Jermaine pernah mengusulkan agar Jacko pergi ke negeri Islam di mana orang shalat 5 kali sehari. Nampaknya, Michael Jackson memikirkan masalah itu. [thesun/ntpost/cha/www.hidayatullah.com]

Sumber

Lengkapnya...

09 November 2008

Inna Lillaah, 8 Nop 23.50 WIB Amrozi Cs Dieksekusi Mati


CILACAP - Teka-teki eksekusi mati tiga terpidana kasus bom Bali I, Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Ghufron akhirnya terjawab. Kejaksaan Agung akhirnya mengeksekusi ketiganya pada Sabtu 8 November 2008 tengah malam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari orang dalam LP Nusakambangan, mereka dieksekusi di Lapangan Nirbaya, Nusakambangan, Cilacap, ketiganya dieksekusi mati pada pukul 23.50 WIB.

Ketiganya dijemput dengan menggunakan delapan buah mobil dan dikawal sebanyak 18 anggota Brimob dari Mabes Polri. Dalam rombongan tersebut, ikut pula ulama atau rohaniawan dan petugas forensik.

Setelah dieksekusi, ketiganya dimandikan di sekitar Wisma Asri. Hingga kini, jenazah ketiganya belum diangkut karena masih menunggu helikopter.

Ketiganya adalah otak pelaku pengeboman di Legian, Kuta, Bali pada 12 Oktober 2002 silam. Saat itu, sebanyak 202 nyawa dari berbagai negara melayang dan 209 orang lainnya mengalami cedera serius.

Dalam mengungkap kasus ini, polisi awalnya menangkap Amrozi di Desa Tenggulun, Lamongan pada 5 November 2002. kala itu, Kapolri dijabat oleh Dai Bachtiar. Tak lama berselang, pada 21 November 2002, polisi juga menangkap Abdul Aziz alias Imam Samudera di dalam bus Kurnia di Pelabuhan Merak, Banten. Saat ditangkap, Imam hendak menuju Pekanbaru untuk bersembunyi.

Sedangkan Ali Ghufron alias Mukhlas, berhasil diringkus polisi saat bersembunyi di kediaman Muhammad Najib Mawawi yang terletak di Desa Dukuh Mlandangan, Desa Sudimoro, Kecamatan Tulung, Klaten pada 3 Desember 2002.

Setelah enam tahun, satu bulan, 27 hari pascakejadian, mereka akhirnya dieksekusi mati setelah sesuai dengan putusan dari Pengadilan Negeri Denpasar Bali. (Ridwan Anshori/Sindo/teb)

Sumber

Lengkapnya...

07 November 2008

Cuaca Buruk, Jenazah Amrozi Cs Dievakuasi Pagi Hari

CILACAP - Cuaca buruk yang diperkirakan akan terjadi di kawasan Cilacap dan sekitarnya beberapa hari ke depan, membuat upaya evakuasi jenazah Amrozi Cs lewat jalur udara diprediksi akan dilakukan pada pagi hari.

Stasiun Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) Cilacap, Jawa Tengah, mencatat cuaca buruk akan melanda kawasan Cilacap dan sekitarnya beberapa hari ke depan. Hal ini terutama terjadi pada petang, malam, dan dini hari.

"Cuacanya buruk untuk petang hingga dinihari, sangat berpeluang adanya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Jadi berbahaya untuk penerbangan," ujar Teguh Wardoyo, Prakirawan Cuaca Stasiun BMG Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (6/11/2008).

Di sisi lain, jalur udara merupakan alternatif yang akan digunakan dalam� proses� evakuasi jenazah tiga terpidana mati kasus Bom Bali I, yaitu Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Gufron menuju Lamongan dan Serang. Jenazah trio Bom Bali I itu akan dievakuasi menggunakan� helikopter.

Teguh menjelaskan selain cuaca buruk yang disertai petir, kecepatan angin yang berasal dari timur tenggara mempunyai kecepatan 5 hingga 35 kilometer per jam.

"Kondisi ini karena adanya pusat tekanan rendah yang terjadi di barat daya Sumatra. Sehingga semua awan tertarik ke situ dan membuat pusaran. Imbasnya di Cilacap banyak hujan lebat yang disertai� petir," jelasnya.

Namun, kata dia, cuaca akan bersahabat yakni cerah berawan pada pagi hingga sore. "Pagi hingga sore cuaca cerah, bagus untuk penerbangan," tegasnya.

Dilihat dari faktor cuaca dari BMG Cilacap itu, kemungkinan besar pascaeksekusi mati, jenazah Amrozi Cs akan diterbangkan dengan helikopter pada pagi ke tujuan masing-masing. Amrozi dan Ali Gufron diterbangkan ke Tenggulung, Lamongan, Jawa Timur dan jenazah Imam Samudra akan diterbangkan ke Serang, Banten. (Ridwan Anshori/Sindo/ful)

Sumber

Berita terkait :

SIB 1, SIB 2

Lengkapnya...

06 November 2008

Eksekusi Tak Pasti, Keluarga Amrozi Kirim Surat ke SBY

LAMONGAN - Eksekusi Amrozi dan Ali Gufron (Muklas) yang tidak jelas waktu pelaksanaannya membuat keluarga terpidana mati tersebut merasa mendapat tekanan psikologi. Tak tahan, ibu dan keluarga Amrozi pun mengirim surat pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pagi tadi.

"Pengiriman surat ke SBY itu didasarkan karena ketidakpastian eksekusi dan hal ini membuat keluarga merasa tertekan," ujar Ustad Ali Fauzi, adik Amrozi dan Muklas di Lamongan, Jawa Timur, Kamis (6/11/2008).

Dia memberi contoh mengenai ketidakpastian itu yakni pada Rabu malam kemarin, keluarga Amrozi sempat mendapat telepon dari salah satu anggota Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendradatta yang mengabarkan bahwa tim kejaksaan telah mengirim surat terkait eksekusi. Namun ditunggu hingga pukul 00.00 tidak kunjung datang.

"Ketidakpastian ini merupakan bentuk terorisme baru yang diterima keluarga di Tenggulun," lanjut Fauzi.

Meski keluarga enggan menyebutkan secara rinci mengenai isi surat namun mereka membantah bila surat tersebut ada hubungannya dengan "wasiat Amrozi cs" yang berisi seruan membunuh SBY dan Jusuf Kalla (JK).

"Surat itu tidak ada hubungannya dengan ancaman membunuh SBY dan JK. Hanya saja tidak etis kalau surat itu disebutkan. Yang jelas surat itu sebanyak tiga lembar," kata Ustad Jafar Sodiq, kakak Amrozi dan Muklas.

Hal senada disampaikan Koordinator TPM Jawa Timur Fahmi Bachmid yang mengatakan tidak tahu isi surat yang disampaikan via pos itu. Hanya saja Jafar dan keluarga lainnya berharap eksekusi ditunda sampai ada jawaban dari SBY, terhadap surat yang dikirim keluarga.

Sebelumnya, keluarga Imam Samudra lebih dahulu mengirim surat pada SBY via pos melalui kantor pos Kota Serang sekira pukul 17.00 WIB, kemarin.
(Ashadi Iksan /Sindo/lsi)

Sumber

Lengkapnya...

Anton Medan Temui Keluarga Imam Samudra


JAKARTA - Anton Medan mengunjungi keluarga dari salah satu terpidana mati kasus Bom Bali I, Imam Samudra di Kampung Lopang Gede, Kelurahan Lopang, Kota Serang, Banten, Rabu malam kemarin.

Kedatangan Anton tersebut dimaksudkan memberi spirit untuk keluarga Imam, menjelang eksekusi Imam.

"Saya ke sana sebagai teman dan juga ustad. Saya beri spirit untuk keluarganya. Waktu itu saya kenal dia di LP (lembaga pemasyarakatan) Nusakambangan," kata Anton saat dihubungi okezone, Kamis (6/11/2008).

Anton bercerita, saat berada di sana dia mendapat sambutan yang hangat dari semua anggota keluarga. Tidak tampak kesedihan mendalam dalam diri keluarga Imam, melainkan ketabahan dan pasrah yang tampak di diri masing-masing anggota keluarga. Termasuk ibunda Imam, Embay Badriani.

"Saya kasih pandangan-pandangan ke mereka. Di antaranya kita doakan kalau memang ini sebuah takdir dan keputusan Allah, semoga Allah menerima segala amal ibadah dan melapangkan kuburnya," ujarnya.

Sementara keadaan keluarga Imam, dikatakan Anton, cukup memprihatinkan. Oleh karena itu, dirinya mengaku siap jika suatu saat dirinya dimintai bantuan. "Saya siap saja jika keluarga minta bantuan. Tapi kalau menawarkan saya tidak enak karena takut tersinggung," pungkasnya (lsi)

Sumber

Lengkapnya...

05 November 2008

Sidak Pesawat Calhaj Ditemukan Oli Bocor & Ban Berlubang

TANGERANG - Dirjen Perhubungan Udara Budhi M Suyitno beserta stafnya melakukan sidak pada dua pesawat yang akan digunakan untuk memberangkatkan calon haji (calhaj), besok. Hasilnya? Ditemukan oli bocor dan lubang pada ban belakang pesawat.

Dua pesawat tersebut yakni pesawat Garuda Boeing 737-400 dan Garuda Boeing 747-300.

Menurut penjelasan Budhi, sidak yang digelar tadi berupa pemeriksaan seputar fisik pesawat dan bagian dalam pesawat. Menurut hasil pemeriksaan, untuk Boeing 737-400 ditemukan beberapa hal yang bisa mengganggu kenyamanan. Temuannya seperti, oli yang bocor, adanya genangan minyak di daerah udara masuk, serta adanya lubang sedalam 1,5 sentimeter pada ban bagian belakang.

"Temuan-temuan ini harus segera dibenahi agar memberi kenyamanan bagi calon haji yang besok akan terbang. Ini harus dibenahi kalau tidak, nggak boleh terbang," tegas Budhi

Mengenai masalah ban yang mengalami kerusakan, lanjutnya, kemungkinan disebabkan karena adanya benda-benda tajam di landasan. Budhi meminta kepada pihak bandara untuk sesering mungkin melakukan pembersihan landasan.

Sedangkan temuan lainnya yang berada di dalam pesawat untuk kelas ekonomi yaitu ditemukan adanya toilet yang tidak berfungsi dengan baik. Seperti, air kran yang mengucur terus sehingga menyebabkan pemborosan air dan membuat toilet menjadi jorok.
"Temuan lainnya, petunjuk atau informasi tentang evakuasi yang tidak dilengkapi dengan bahasa Indonesia tapi menggunakan bahasa asing, yang mungkin akan menyulitkan para penumpang," tuturnya. (lsi)

Sumber

Lengkapnya...